larger smaller reset

Bangso Batak Toba, Keturunan Israel Yang Hilang

Rute perjalanan Bani Israil ke Jepang

 

Bangsa Israel kuno terdiri dari 12 suku.

Setelah raja Salomo wafat, negara Israel pecah menjadi dua bagian. Bagian Selatan terdiri dari dua suku yaitu Yehuda dan Benjamin yang kemudian dikenal dengan nama Yehuda, atau dikenal dengan nama Yahudi. Kerajaan Selatan ini disebut Yehudah, ibukotanya Yerusalem, dan daerahnya dinamai Yudea. Bagian utara terdiri dari 10 suku, disebut sebagai Kerajaan Israel.

Dalam perjalanan sejarah, 10 suku tersebut kehilangan identitas kesukuan mereka. Kerajaan utara Israel tidak lama bertahan sebagai sebuah negara dan hilang dari sejarah. Konon ketika penaklukan bangsa Assyria, banyak orang Kerajaan Utara Israel yang ditawan dan dibawa ke sebelah selatan laut Hitam sebagai budak. Sebagian lagi lari meninggalkan asalnya untuk menghindari perbudakan.

Sementara itu Kerajaan Yehudah tetap exist hingga kedatangan bangsa Romawi. Setelah pemusnahan Yerusalem pada tahun 70 oleh bala tentara Romawi yang dipimpin oleh jenderal Titus, orang-orang Yehudah pun banyak yang meninggalkan negerinya dan menetap di negara lain, terserak diseluruh dunia.

Jauh sebelum itu, ketika masa pembuangan ke Babilon berakhir dan orang-orang Yehudah atau disebut Yahudi diijinkan kembali ke negerinya, dan sepuluh suku Israel dari Kerajaan utara memilih tidak pulang tetapi meneruskan petualangan kearah Timur. Demikian juga dengan mereka yang diperbudak di selatan laut Hitam, setelah masa perbudakan selesai, tidak diketahui kemana mereka pergi melanjutkan hidup.

Dengan demikian banyak diantara bangsa Israel kuno kemudian kehilangan identitas mereka sebagai orang Israel. Ada sekelompok penduduk di daerah Tiongkok barat, diterima sebagai puak Cina, tetapi secara umum profil wajah mereka agak berbeda dengan penduduk Cina pada umumnya. Perawakan mereka lebih besar, hidung agak mancung, namun berkulit kuning dan bermata sipit. Mereka menyembah Allah yang bernama Yahwe. Sangat mungkin mereka adalah keturunan sepuluh suku Israel yang hilang yang telah kawin campur denganpenduduk lokal sehingga kulit dan mata menjadi seperti penduduk asli. Saya percaya banyak diantara para pembaca yang mengetahui bahwa di negeri Israel ada sekelompok kecil orang Israel yang berkulit hitam. Mereka adalah suku Falasha, yang sebelum berimigrasi ke Israel hidup di Etiopia selama ratusan generasi. Fisik mereka persis seperti Negro dengan segala spesifikasinya yaitu kulit hitam legam, bibir tebal, rambut keriting, dll.

Mereka mengklaim diri mereka sebagai keturunan Israel atau disebut Beta Israel, dan dengan bukti-bukti yang dimiliki, mereka mampu memenuhi seluruh kriteria yang dituntut oleh Pemerintah Israel yang merupakan syarat mutlak supaya diakui sebagai Israel perantauan. Setelah memperoleh pengakuan sebagai keturunan Israel, sebagian dari mereka kembali ke Tanah Perjanjian sekitar 15 tahun lalu dengan transportasi yang disediakan oleh Pemerintah Israel. Itulah sebabnya mengapa ada Israel hitam.

Mereka seperti orang Negro karena intermarriage dengan perempuan- perempuan lokal sejak kakek moyang mereka pergi ke Ethiopia. Kita tahu bahwa bahwa Ethiopia adalah salah satu negara yang penduduknya mayoritas Kristen yang paling tua didunia. Ingat sida-sida yang dibaptis oleh Filipus dalam Kisah 8:26-40. Bahkan sebelum era Kekristenan pun sudah ada penganut Yudaisme disana.Walaupun banyak yang kembali, sebahagian lagi tetap memilih menetap di negeri itu, dan merekalah yang menjaga dan memelihara Tabut Perjanjian yang konon ada disana.

Apakah ada diantara para pembaca yang pernah mendengar selentingan bahwa etnik Bangso Batak Toba, adalah juga keturunan bangsa Israel kuno yang hilang? Mungkin saja tidak, karena orang-orang Batak Toba sendiri banyak yang tidak mengetahuinya, kecuali segelintir yang memberikan perhatian terhadap hal ini.

Menurut kamus umum bahasa Indonesia Batak mempunyai arti (sastra), adalah petualang, pengembara, sedang membatak berarti berpetualang, pergi mengembara. Walaupun demikian orang Batak dikenali dengan sikap dan tindakannya yang khas, yaitu terbuka, keras dan apa-adanya. Hosea 19:17: Allahku akan membuang mereka (ISRAEL YANG MURTAD), sebab mereka tidak mendengar Dia, maka mereka akan MENGEMBARA diantara bangsa-bangsa.

Mengapa di Sumatera, karena Sumatera adalah salah satu pulau di Hindia yang berdekatan dengan India. Sumatera juga merupakan salah satu pulau di Lautan Samudera Hindia.

Bandingkan Yesaya 11:11: Pada waktu Tuhan akan mengangkut pula tangaNya untuk menebus sisa-sisa umatNya (Bangsa ISRAEL YANG MURTAD) yang tertinggal di Asyur, dan di Mesir, di Patros, di Ethiopia, dan di Elam, di Sinear, di Hamat dan di Pulau-pulau di Laut.

Seperti yang diungkapkan oleh seorang anthropolog dan juga pendeta dari Belanda, profesor Van Berben, dan diperkuat oleh prof Ihromi, guru besar di UI (Universitas In 782 donesia), bahwa tradisi etnik Tapanuli (Batak Toba) sangat mirip dengan tradisi bangsa Israel kuno. Pendapat itu didasarkan atas alasan yang kuat setelah membandingkan tradisi orang Tapanuli dengan catatan-catatan tradisi Israel dalam Alkitab yang terdapat pada sebahagian besar kitab Perjanjian Lama, dan juga dengan catatan-catatan sejarah budaya lainnya diluar Alkitab.

Beberapa peneliti dari etnis Tapanuli juga yakin bahwa Batak adalah keturunan Israel yang sudah lama terpisah dari induk bangsanya, tapi karena intermarriage dengan penduduk lokal ditempat mana mereka bermukim membuat orang Batak secara fisik menjadi seperti orang Melayu.

Seorang Batak Toba, yang sudah lebih dari 20 tahun tinggal di Israel dan menjadi warga negara, berusaha mengumpulkan data-data untuk pembuktian. Setelah merasa sudah cukup, dia mengajukannya ke pemerintah Israel yang waktu itu masih dipimpin oleh PM Yitzak Rabin.  Tetapi tenyata data tersebut belum bisa memenuhi seluruh kriteria. Pemerintah Israel kemudian meminta agar kekurangannya dicari hingga dapat mencapai 100 persen supaya pengakuan atas etnis Batak sebagai orang Israel diperantauan dapat diberi. Konon kekurangan itu  terutama terletak pada silsilah yang banyak missing links-nya, dan menelusuri silsilah itu agar sempurna sama sulitnya dengan menyelam ke perut bumi.

Peneliti berharap suatu waktu pada masa depan, Pemerintah Israel bisa saja mengubah kriterianya dengan menjadi lebih lunak dan etnik Batak diterima sebagai bahagian yang terpisah dari mereka. Setelah mendengar selentingan itu, saya benar-benar menaruh minat untuk menyelidiki sejauh mana budaya Bangso Batak Toba dapat memberi bukti similaritasnya dengan tradisi Israel kuno. Alkitab adalah buku yang prominent dan sangat layak serta absah sebagai kitab pedoman untuk mencari data budaya Israel kuno yang menyatu dengan unsur sejarah dan spiritual.

Beberapa diantara kesamaan tradisi Batak Toba dengan tradisi Israel kuno adalah sebagai berikut:

gambar: womenslens.blogspot.com

1). Pemeliharaan silsilah (Tarombo dan Marga)

Semua orang Tapanuli, terutama laki-laki, dituntut harus mengetahui garis silsilahnya. Demikian pentingnya silsilah, sehingga siapa yang tidak mengetahui garis keturunan kakek moyangnya hingga pada dirinya dianggap na lilu - tidak tahu asal-usul - yang merupakan cacat kepribadian yang besar. Bangsa Israel kuno juga memandang silsilah sebagai sesuatu yang sangat penting. Alkitab, sejak Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru sangat banyak memuat silsilah, terutama silsilah dari mereka yang menjadi figur penting, termasuk silsilah Yesus Kristus yang ditelusuri dari pihak bapak(angkat) Nya Yusuf, yang keturunan Daud dan pihak ibuNya (Maria).

Catatan: MARGA adalah kelompok kekerabatan menurut garis keturunan ayah (patrilineal) .Sistem kekerabatan patrilineal menentukan garis keturunan selalu dihubungkan dengan anak laki laki. Seorang ayah merasa hidupnya lengkap jika ia telah memiliki anak laki-laki yang meneruskan marganya. Sesama satu marga dilarang saling mengawini, dan sesama marga disebut dalam Dalihan Na Tolu disebut Dongan Tubu. Menurut buku "Leluhur Marga Marga Batak", jumlah seluruh Marga Batak sebanyak 416, termasuk marga suku Nias.

Catatan: Marga dalam kamus Inggris Hassan Shadily dan John Echols adalah CLAN, yakni Suku, Marga, dan KAUM. Dalam arti yang lain, Marga bias berarti Warga, dari bahasa India (Sansekerta, kemungkinannya) . Jadi, kalau ada orang Batak bermarga Tampubolon, berarti dia berasal dari KAUM TAMPUBOLON. Bandingkan dengan KAUM LEWI, KAUM YEHUDAH, KAUM SIMEON dan lain-lain.

TAROMBO adalah silsilah, asal-usul menurut garis keturunan ayah. Dengan tarombo seorang Batak mengetahui posisinya dalam marga. Bila orang Batak berkenalan pertama kali, biasanya mereka saling tanya Marga dan Tarombo. Hal tersebut dilakukan untuk saling mengetahui apakah mereka saling "mardongan sabutuha" (semarga) dengan panggilan "ampara" atau "marhula-hula" dengan panggilan "lae/tulang" . Dengan tarombo, seseorang mengetahui apakah ia harus memanggil "Namboru" (adik perempuan ayah/bibi), "Amangboru/Makela" ,(suami dari adik ayah/Om), "Bapatua/ Amanganggi/ Amanguda" (abang/adik ayah), "Ito/boto" (kakak/adik) , PARIBAN atau BORU TULANG (putri dari saudara laki laki ibu) yang dapat kita jadikan istri, dst.

2). Perkawinan yang ber-pariban

Ada perkawinan antar sepupu yang diijinkan oleh masyarakat Batak, tapi tidak sembarang hubungan sepupu. Hubungan sepupu yang diijinkan untuk suami-istri hanya satu bentuk, disebut marpariban. Cukup report menerangkan hal ini dalam bahasa Indonesia karena bahasa ini tidak cukup kaya mengakomodasi sebutan hubungan perkerabatan dalam bahasa Batak. Yang menjadi pariban bagi laki-laki ialah boru ni tulang atau anak perempuan dari saudara laki-laki ibu. Sedangkan yang menjadi pariban bagi seorang gadis ialah anak ni namboru atau anak laki-laki dari saudara perempuan bapa. Hanya hubungan sepupu yang seperti itu yang boleh menjadi suami- isteri. Karena suku Batak penganut patriarch yang murni, ini adalah perkawinan ulang dari kedua belah pihak yang sebelumnya sudah terjalin dengan perkawinan.

Mari kita bandingkan dengan Alkitab. Pada kitab Kejadian, Yakub menikah dengan paribannya, anak perempuan Laban yaitu Lea dan Rahel. Laban adalah tulang dari Yakub. (Saudara laki-laki dari Ribka, ibu dari Yakub). Didunia ini sepanjang yang diketahui hanya orang Israel kuno dan orang Batak yang sekarang memegang tradisi hubungan perkawinan seperti itu.

3). Pola alam semesta

Orang Batak membagi tiga besar pola alam semesta, yaitu banua ginjang (alam sorgawi), banua tonga (alam dimensi kita), dan banua toru (alam maut). Bangsa Israel kuno juga membagi alam dengan pola yang sama.

4). Kredibilitas

Sebelum terkontaminasi dengan racun-racun pikiran jaman modern, setiap orang Batak, terutama orang tua, cukup menitipkan sebuah tempat sirih (salapa atau gajut), ataupun sehelai ulos, sebatang tongkat, atau apa yang ada pada dirinya sebagai surat jaminan hutang pada pihak yang mempiutangkan, ataupun jaminan janji pada orang yang diberi janji. Walaupun nilai ekonomis barang jaminan bisa saja sangat rendah tetapi barang tsb adalah manifestasi dari martabat penitip, dan harus menebusnya suatu hari dengan merelealisasikan pembayaran hutang ataupun janjinya. Budaya Israel kuno juga demikian. Lihat saja Yehuda yang menitipkan tongkat kepada Tamar sebagai jaminan janji (Kej. 38).

5). Hierarki dalam pertalian semarga

Dalam budaya Batak, jika seorang perempuan menjadi janda, maka laki- laki yang paling pantas untuk menikahinya ialah dari garis keturunan terdekat dari mendiang suaminya. Ini dimaksudkan agar keturunan perempuan tsb dari suami yang pertama tetap linear dengan garis keturunan dari suami yang kedua. Misalnya, seorang janda dari Simanjuntak sepatutnya menikah lagi adik laki -laki mendiang (bandingkan dengan Rut 1:11).

Jika tidak ada adik laki-laki kandung, sebaiknya menikah dengan saudara sepupu pertama dari mendiang yang dalam garis silsilah tergolong adik. Jika tidak ada sepupu pertama, dicari lagi sepupu kedua. Demikian seterusnya urut-urutannya. Hal semacam ini diringkaskan dalam ungkapan orang Batak : "Mardakka do salohot, marnata do na sumolhot. Marbona do sakkalan, marnampuna do ugasan". Dalam tradisi Israel kuno, kita dapat membaca kisah janda Rut dan Boas. Boas masih satu marga dengan mendiang suami Rut, Kilyon. Boas ingin menikahi Rut, tapi ditinjau dari kedekatannya menurut garis silsilah, Boas bukan pihak yang paling berhak. Oleh sebab itu dia mengumpulkan semua kerabat yang paling dekat dari mendiang suami Rut, dan mengutarakan maksudnya. Dia akan mengurungkan niatnya jika ada salah satu diantara mereka yang mau menggunakan hak adat-nya, mulai dari pihak yang paling dekat hubungan keluarganya hingga yang paling jauh sebelum tiba pada urutan Boas sendiri. Ya, mardakka do salohot, marnata do na sumolhot. (Baca kitab Rut).

6). Vulgarisme

Setiap orang dapat marah. Tetapi caci maki dalam kemarahan berbeda- beda pada tiap-tiap etnik. Orang Amerika terkenal dengan serapah: son of a bitch, bastard, idiot, dll yang tidak patut disebut disini. Suku-suku di Indonesia ini umumnya mengeluarkan makian dengan serapah : anjing, babi, sapi, kurang ajar, dll. Pada suku Batak makian seperti itu juga ada, tetapi ada satu yang spesifik. Dalam sumpah serapahnya seorang Batak tak jarang memungut sehelai daun, atau ranting kecil, atau apa saja yang dapat diremuk dengan mudah. Maka sambil merobek daun atau mematahkan ranting yang dipungut/dicabik dari pohon dia mengeluarka 6ea n sumpah serapahnya:, , Sai diripashon Debata ma au songon on molo so hudege, hubasbas, huripashon ho annon !!!". Terjemahannya kira-kira begini:,,Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku kalau kamu tidak kuinjak, kulibas, kuhabisi !!!".

Robeknya daun atau patahnya ranting dimaksudkan sebagai simbol kehancuran seterunya. Orang-orang Israel kuno juga sangat terbiasa dengan sumpah serapah yang melibatkan Tuhan didalamnya. Vulgarisme seperti ini terdapat banyak dalam kitab Perjanjian Lama, diantaranya serapah Daud pada Nabal. (1 Sam. 25, perhatikan ayat 22 yang persis sama dengan sumpah serapah orang Batak).

7). Nuh dan bukit Ararat

Ada beberapa etnik didunia ini yang mempunyai kisah banjir besar yang mirip dengan air bah dijaman Nuh. Tiap etnik berbeda alur ceritanya tetapi polanya serupa. Etnik Tapanuli juga punya kisah tentang air bah, tentu saja formatnya berbeda dengan kisah Alkitab. Apabila orang-orang yang sudah uzur ditanya tentang asal-usul suku Batak, mereka akan menceritakan mitos turun temurun yang mengisahkan kakek moyang orang Batak diyakini mapultak sian bulu di puncak bukit Pusuk Buhit.

Pusuk Buhit adalah sebuah gunung tunggal yang tertinggi di Tapanuli Utara, dipinggiran danau Toba. Pusuk Buhit sendiri artinya adalah puncak gunung. Pusuk Buhit tidak ditumbuhi pohon, jelasnya tidak ada bambu disana. Yang ada hanya tumbuhan perdu, ilalang, dan rumput gunung. Bambu - dari mana kakek moyang keluar - menurut nalar mendarat di puncak gunung itu dan mereka keluar dari dalamnya setelah bambunya meledak hancur. Mengapa ada bambu pada puncak Pusuk Buhit yang tandus dan terjal? Tentu saja karena genangan air yang mengapungkannya, yang tak lain adalah banjir besar. Dapat dipahami mengapa jalan cerita menjadi seperti itu, karena setelah ribuan tahun terpisah dari induk bangsanya, narasi jadi berbeda. Bahtera Nuh berubah menjadi sebentuk perahu bambu berbentuk pipa yang kedua ujungnya ditutup, dan Bukit Ararat berubah menjadi Pusuk Buhit.

8). Mangokal Holi atau Eksumasi (Pemindahan tulang belulang)

Jika Pemerintah mengubah fungsi lahan pekuburan, wajar jika tulang- belulang para almarhum/ah dipindahkan oleh pihak keluarga yang terkait. Alasan ini sangat praktis.

Bagi orang Tapanuli, penggalian tulang belulang (eksumasi) dari kerabat yang masih satu dalam garis silsilah dan dikuburkan didaerah lain adalah praktek yang sangat umum hingga sekarang. Sering alasannya hanya untuk kepuasan batin belaka walaupun biayanya sangat mahal karena termasuk dalam kategori perhelatan besar. Pada bangsa Israel kuno hal semacam adalah kebiasaan umum. Sejarah sekuler menuturkan bahwa tulang belulang Yusuf dibawa dari Mesir ketika bangsa ini keluar dari sana. Juga dalam kitab lain dalam Perjanjian Lama, sekelompok masyarakat berniat memindahkan tulang belulang dari satu pekuburan (walaupun kemudian dihalangi oleh seorang nabi).

9). Peratap/Ratapan

Adalah wajar bagi jika satu keluarga menangis disekeliling anggota keluarga / kerabat yang meninggal dan terbujur kaku. Mereka menangisi si mati, dan seseorang meratapinya. Meratap berbeda dengan menangis. Meratap dalam bahasa Tapanuli disebut mangandung. Mangandung ialah menangis sambil melantunkan bait-bait syair kematian dan syair kesedihan hati.

Karena sepenuhnya terikat dengan komponen syair-sayir maka mangandung ad 676 alah satu bentuk seni yang menuntut keahlian. Untuk memperoleh kepiawaian harus belajar. Bahasa yang digunakan sangat klasik, bukan bahasa sehari-hari. Setiap orang-tua yang pintar mangandung akan mendapat pujian dan sering diharapkan kehadirannya pada setiap ada kematian.

Di desa-desa, terutama di daerah leluhur - Tapanuli - tidak mengherankan kalau seseorang orang yang tidak ada hubungan keluarga dengan orang yang meninggal, bahkan tidak dikenal oleh masyarakat setempat, namun turut mangandung disisi mayat. Masyarakat mendukung hal seperti itu. Kata-kata yang dilantukan dalam irama tangisan sangat menyentuh kalbu. Tak jarang pihak keluarga dari si mati memberi pasinapuran (ang pao) kalau si peratap tersebut pintar, sekedar menunjukkan rasa terima kasih.

Peratap-peratap dari luar ini sebenarnya tidak menangisi kepergian si mati yang tidak dikenalnya itu. Alasannya untuk turut meratap adalah semata-mata mengeluarkan kesedihan akibat kematian keluarga dekatnya sendiri pada waktu yang lalu, dan juga yang lebih spesifik yaitu mengekspresikan seni mangandung itu.

Ini sangat jelas dari ungkapan pertama sebelum melanjutkan andung- andungnya :,,Da disungguli ho ma sidangolonhi tu sibokka nahinan" Sibokka nahinan adalah anggota keluarga sipangandung yang sudah meninggal sebelumnya. Selanjutnya dia akan lebih banyak berkisah tentang mendiang familinya itu.

Bagaimana dengan bangsa Israel? Dari sejarah diketahui bahwa ketika Yusuf (perdana menteri Mesir) meninggal, sanak keluarganya membayar para peratap untuk mangandung. Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru berkali-kali mencatat kata -kata ratapan, meratap, peratap.  Kitab Ratapan yang ditulis oleh raja Salomo, dalam praktek Israel kuno adalah syair-syair yang dilantunkan sambil mangandung, kendati bukan pada acara kematian.

10). Hierarki pada tubuh

Dalam budaya Batak, kepala adalah anggota tubuh yang paling tinggi martabatnya. Menyentuh kepala seseorang dengan tidak disertai permintaan maaf yang sungguh-sungguh, bisa berakibat parah. Sebaliknya anggota tubuh yang paling rendah derajatnya ialah telapak kaki. Adalah penghinaan besar jika seseorang berkata kepada seseorang lain:,,Ditoru ni palak ni pathon do ho = Kau ada dibawah telapak kakiku ini", sambil mengangkat kaki memperlihatkan telapak kakinya pada seteru. Penghinaan seperti ini hanya dilontarkan oleh seseorang yang amarahnya sudah memuncak dan sudah siap berkelahi. Pada zaman dulu, dalam setiap pertemuan, telapak kaki selalu diusahakan tidak nampak ketika duduk bersila. Pada bangsa-bangsa Semitik tertentu di Timur Tengah, tradisi semacam ini masih tetap dijaga hingga sekarang karena memperlihatkan telapak kaki pada orang lain adalah pelanggaran etika yang berat, karena telapak kaki tetap dianggap anggota tubuh yang paling hina derajatnya.

11). Tangan kanan dan sisi kanan

Dalam budaya Tapanuli, sisi kanan dan tangan kanan berbeda tingkat kehormatannya dengan sisi kiri dan tangan kiri. Jangan sekali-kali berinteraksi dengan orang lain melalui tangan kiri jika tidak karena terpaksa. Itupun harus disertai ucapan maaf. Dalam Alkitab banyak tercatat aktivitas sisi `kanan' yang melambangkan penghormatan atau kehormatan.

Yusuf sang perdana menteri Mesir memprotes ayahnya Yakub yang menyilangkan tangannya ketika memberkati Manasye dan Efraim (baca Kejadian 48). Rasul Paulus dalam salah satu suratnya menyiratkan hierarki anggota tubuh ini. Juga baca Pengkhotbah 10:2, Mzm 16:8, Mat 25:33, 26:64 Mrk 14:62, Kis 7:55-56, 1Pet 3:22, dll.

12). Anak sulung

Dalam hierarki keluarga, posisi tertinggi diantara seluruh keturunan bapak/ibu ialah anak sulung. Ia selalu dikedepankan dalam memecahkan berbagai masalah, juga sebagai panutan bagi semua adik-adiknya. Jika ayah (sudah) meninggal, maka anak sulung yang sudah dewasa akan mengganti posisi sang ayah dalam hal tanggung jawab terhadap seluruh anggota keluarga seperti yang diungkapkan dalam umpasa : Pitu batu martindi-tindi, alai sada do sitaon na dokdok. Sitaon na dokdok itu adalah si anak sulung. Tanggung jawab itulah yang membuat dia besar, memberi karisma dan wibawa. Karisma dan wibawa, itulah profil yang melekat pada anak sulung.

Alkitab ditulis dengan bahasa manusia, bangsa Israel kuno. Deskripsi tentang anak sulung pada bangsa ini sama seperti yang ada pada suku Batak yang sekarang, sehingga the term of the firstborn (istilah anak sulung) banyak terdapat dalam kitab tersebut. (baca Kel 4:22, 34:20, 13:12 dan 15, Im 27:26, Bil 3:13, 8:17, Mzm 89:28, Yer 31:9, Hos 9:20, Rom 8:23, Luk 2:27, 11:16, 1Kor 15:20 dan 23, Kol 1:15 dan 18, Ibr 1:6, Yak 1:18, dll)

13). Gender

Hingga sekarang posisi perempuan dalam hubungan dengan pencatatan silsilah selamanya tidak disertakan karena perempuan dianggap milik orang lain, menjadi paniaran ni marga yang berbeda. Hal yang sama terjadi pada bangsa Israel kuno ; bangsa ini tidak memasukkan anak perempuan dalam silsilah keluarga. Ada banyak silsilah dalam Alkitab, tetapi nama perempuan tidak terdapat didalamnya kecuali jika muncul sebagai yang sangat penting seperti Rut dan Maria (ibu Yesus). Kalaupun nama Dina disebut juga dalam Alkitab, itu bukan karena posisinya yang penting tetapi hanya sebagai pelengkap nama- nama keturunan Yakub yang kemudian menurunkan seluruh bangsa Israel. Dalam Tradisi Israel, anak perempuan tidak dihitung sebagai bangsa, tetapi anak laki-laki, red.

13). Kemenyan BATAK TOBA

Ada cerita yang sangat dipercaya oleh masyarakat Tapanuli, Sumatera Utara. Salah satu persembahan yang dibawa tiga majuz atau cendekiawan dari timur untuk bayi Yesus yang baru dilahirkan di Betlehem itu berasal dari Tanah Tapanuli. Persembahan itu berupa kemenyan, mendampingi dua persembahan lainnya, emas dan mur. Lewat cerita turun-temurun, masyarakat Tapanuli percaya kemenyan itu dibawa dari Pelabuhan Barus, yang dulu pernah menjadi pelabuhan besar, menuju Timur Tengah, hingga ke Betlehem. Cerita itu semakin bergulir mengingat sebagian besar penduduk Tapanuli beragama Kristen dan Katolik yang erat dengan cerita kelahiran Yesus Kristus. Kebenarannya memang perlu diteliti, tetapi setidaknya dari cerita itu bisa terlihat bahwa sampai sekarang pun getah harum bernama kemenyan, yang dalam bahasa Batak disebut haminjon, itu begitu erat dengan kehidupan orang Tapanuli. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Utara yang juga mantan Bupati Tapanuli Utara RE Nainggolan menjelaskan, kemenyan pernah sangat menyejahterakan masyarakat Tapanuli.

Dan, getah harum itu ikut pula membesarkan namanya. "Nenek saya pedagang kemenyan," tuturnya. Ia tahu persis, pada tahun 1936 neneknya sudah mempunyai mobil untuk mengangkut kemenyan dari Tapanuli ke Pelabuhan Sibolga. Saat itu harga satu kilogram kemenyan sama dengan satu gram emas. Standar itu dipakai terus oleh petani dan pengepul di Tapanuli: Satu kilogram kemenyan sama dengan satu gram emas. Satu kilogram kemenyan juga setara satu kaleng (16 kilogram) beras. Selain cerita tentang persembahan dari timur untuk Nabi Isa itu, tak banyak orang tahu sejarah kemenyan di Tapanuli. Kebanyakan warga menyebutkannya sebagai tanaman ajaib yang sudah ada ratusan tahun dan menghidupi masyarakat Tapanuli.

14). Pemberian Nama Bayi yang Lahir Tujuh Hari

Di dalam tradisi Parmalim - Agama Leluhur Batak Kuno, setiap anak bayi yang lahir selama tujuh hari harus di bawa ke Pancur untuk Permandian dan sekaligus pemberian nama. Permandian bayi yang sudah tujuh hari itu diserahkan ke Imam Parmalim. Setelah itu diberi nama dengan diadakannya Pesta Martutu Aek.

Memang tidak ada sunat, tetapi beberapa suku Israel seperti Bene Menashe di India dan Suku Chiang Min pun melakukan hal yang sama. Karena apa? Karena mereka sudah melalui generasi ke generasi, asimilasi, masuknya unsur-unsur lokal dan sebagainya, seperti nama- nama dewa-dewi sesembahan lokal dimana mereka tinggal. Seperti itulah, tetapi identitas keaslian mereka sebagai keturunan Israel masih kelihatan. Seperti budaya, adat, Agama -Kepercayaan Monotheisme (meskipun masuknya paham lokal setempat), dan beberapa kebiasaan yang berbeda dengan suku - suku yang lainnya.

15). Monoteisme Hamalimon - Parmalim - Ugamo Malim

Hamalimon - Parmalim - Ugamo Malim, Agama Leluhur Bangso Batak Toba Parmalim, kaum minoritas yang tegar mempertahankan nilai leluhur batak. Kata Malim berasal dari bahasa Arab yang terdapat di kitab- kitab suci; yang berarti suci dan saleh dari asal kata Muallim. Dalam bahasa Arab Muallim merujuk kepada istilah orang suci yang menjadi pembimbing dan sokoguru. Parmalim diistilah Batak berkembang ke dalam pengertian; orang-orang saleh berpakaian sorban putih. Parmalim merupakan agama monotheis asli Bangso Batak Toba. Parmalim sudah ada sejak 497 Masehi atau 1450 tahun Batak. TUHAN menurut Hamalimon -Parmalim - Ugamo Malim Ugamo malim menyebut Tuhan adalah Mulajadi na Bolon (Awal Mula Yang Besar, red). Mulajadi na Bolon adalah Tuhan Yang Maha Esa yang tidak

bermula dan tidak berujung. Bahwa Mulajadi na Bolon atau Tuhan itu wujud atau ada. Tetapi tidak dapat dilihat. Dia tidak bermula dan tidak mempunyai ujung. Dia adalah mutlak absolut, Maha Esa, Maha Kuasa, Maha Agung dan tidak dapat dibandingkan. Dia dekat dan jauh dari alam ciptaannya. Dia adalah kuasa yang menghukum dan kuasa mengampuni. Kuasa kasih dan kuasa murka. Demikianlah sifat-sifat Mulajadi Na Bolon, Tuhan yang satu bersadarkan Ugamo Malim.

Dalam Injil Perjanjian Lama, menceritakan Raja Salomo dikenal dengan Nabi Sulaiman, memerintahkan rakyatnya melakukan perdagangan dan membeli rempah-rempah hingga ke Ophir. Ophir patut diduga adalah Barus di Tapanuli. Perkiraan itu punya jejak spiritual berbentuk kepercayaan monotheisme. Misalnya Ugamo Parmalim yang menjadi agama asli etnis Batak, meyakini Tuhan Yang Maha Esa dengan sebutan Ompu Mulajadi Na Bolon (Parmalim atau Ugamo Malim, pen).

Selain itu, sekelompok penyebar ajaran Kristen Nestorian dari Persia yakni Iran, yang menjejakkan kakinya di Barus. Kelompok itu diperkirakan datang sekira tahun 600an Masehi dan mendirikan gereja pertama di Desa Pancuran, Barus.

Tambahan: Dalam kitab umat Yahudi, Melakim (Raja-raja), fasal 9, diterangkan bahwa Nabi Sulaiman a.s. raja Israil menerima 420 talenta emas dari Hiram, raja Tirus yang menjadi bawahan beliau. Emas itu didapatkan dari negeri Ophir. Kitab Al-Qur'an, Surat Al-Anbiya' 81, menerangkan bahwa kapal-kapal Nabi Sulaiman a.s. berlayar ke "tanah yang Kami berkati atasnya" (al-ardha l-lati barak- Na fiha). Di manakah gerangan letak negeri Ophir yang diberkati Allah itu? Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa negeri Ophir itu terletak di Sumatera! Perlu dicatat, kota Tirus merupakan pusat pemasaran barang-barang dari Timur Jauh. Ptolemaios pun menulis Geographike Hyphegesis berdasarkan informasi dari seorang pedagang Tirus yang bernama Marinus. Dan banyak petualang Eropa pada abad ke- 15 dan ke-16 mencari emas ke Sumatera dengan anggapan bahwa di sanalah letak negeri Ophir-nya Nabi Sulaiman a.s.

Secara "teologis" bisa dikatakan bahwa ugamo malim juga menganut paham monoteistik, kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena tujuan akhir semua doa mereka tetap diarahkan kepada debata Mulajadi Nabolon (Tuhan Pencipta langit dan bumi). Ini hal yang luar biasa uniknya. Tidak ada analisis yang dapat menerangkan itu jika tidak menghubungkannya dengan faham monoteisme Yudaisme bangsa Israel kuno yang terbawa melekat hingga sekarang, tidak lekang oleh kikisan kurun waktu ribuan tahun.

Dalam melaksanakan ibadah, Parmalim melaksanakan upacara (ritual) Patik Ni Ugamo Malim untuk mengetahui kesalahan dan dosa, serta memohon ampun dari Tuhan Yang Maha Esa yang diikuti dengan bergiat melaksanakan kebaikan dan penghayatan semua aturan Ugamo Malim.

Sejak lahir hingga ajal tiba, seorang "Parmalim" wajib mengikuti 7 aturan Ugamo Malim dengan melakukan ritual (doa). Ke-7 aturan tersebut adalah :

1. Martutuaek (kelahiran)
2. Pasahat Tondi (kematian)
3. Mararisantu (peribadatan setiap hari sabtu)
4. Mardebata (peribadatan atas niat seseorang)
5. Mangan Mapaet (peribadatan memohon penghapusan dosa)
6. Sipaha Sade (peribadatan hari memperingati kelahiran Tuhan
Simarimbulubosi)
7. Sipaha Lima (peribadatan hari persembahan / kurban)

Selain ke-7 aturan wajib di atas, seorang "Parmalim" harus menjunjung tinggi nilai - nilai kemanusiaan seperti menghormati dan mencintai sesama manusia, menyantuni fakir miskin, tidak boleh berbohong, memfitnah, berzinah, mencuri, dan lain sebagainya. Diluar hal tersebut, seorang "Parmalim" juga diharamkan memakan daging babi, daging anjing dan binatang liar lainnya, serta darah. Manusia yang mematuhi dan mengikuti ajaran Tuhan dan melakukannya dalam kehidupannya, memiliki pengharapan kelak ia akan mendapat kehidupan roh suci nan kekal.-Kata bijak Ugamo Malim Secara implisit, inilah yang menjadi ajaran suci keyakinan Ugamo Malim atau lebih dikenal dengan Parmalim di Tanah Batak sejak turun temurun, seperti yang dikatakan Raja Marnakkok Naipospos selaku Ulu Punguan (pemimpin spiritual) Parmalim terbesar di Desa Hutatinggi Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir. Menurut beberapa pandangan ilmuwan sosial, sebenarnya Ugamo Malim layak menjadi sebuah agama resmi. Alasannya ialah dalam ajaran aliran ini juga terdapat nilai-nilai religius yang bertujuan menata pola kehidupan manusia menuju keharmonisan, baik sesama maupun kepada Pencipta.

Dan secara ilmu sosial tujuan ini mengandung nilai luhur. Bahkan, ajaran Parmalim menuntut manusia agar hidup dalam kesucian," jelasnya kemudian menerangkan secara detail asal-muasal kata Parmalim yang berasal dari kata "malim". Malim berarti suci dan hidup untuk mengayomi sesama dan meluhurkan Oppu Mulajadi Nabolon atau Debata (Tuhan pencipta langit dan bumi). "Maka, Parmalim dengan demikian merupakan orang-orang mengutamakan kesucian dalam hidupnya," jelas Marnangkok. Yang kami puja tak lain adalah Oppu Mula Jadi Na Bolon bukan"begu" (roh jahat)," katanya. "Dan inilah yang menjadi bias negatif dari masyarakat terhadap Parmalim." Marnangkok kemudian menjelaskan, Oppu Mula Jadi Nabolon adalah Tuhan pencipta alam semesta yang tak berwujud, sehingga Ia mengutus sewujud manusia sebagai perantaraannya (parhiteon), yakni Raja Sisingamangaraja yang juga dikenal dengan Raja Nasiak Bagi. Raja Nasiak Bagi merupakan julukan terhadap kesucian (hamalimon) serta jasa-jasanya yang hingga akhir hidupnya tetap setia mengayomi Bangsa Batak. Nasiak Bagi sendiri berarti ditakdirkan untuk hidup menderita. Ia bukan raja yang kaya raya tetapi hidup sama miskin seperti rakyatnya.

Dengan demikian, Parmalim meyakini bahwa Raja Sisingamangaraja dan utusan-utusannya mampu mengantarkan mereka (Bangsa Batak) kepada Debata. Ugamo Malim diyakini sebagian orang sudah ada sebelum ajaran Kristen dan Islam masuk ke daerah itu. Hidup dalam kepasrahan. Barangkali itu jugalah intisari dari pernyataan kata bijak Parmalim yang mengatakan: "Baen aha diakkui sude bangso on hita, ia anggo so diakkui Debata pangalahon ta." (Tidakklah begitu berarti pengakuan semua bangsa terhadap kita, dibandingkan pengakuan Tuhan terhadap perilaku kita).

Catatan: Sisingamangaraja, adalah Singa yang merajai. Para Datu atau Tua-Tua Batak Toba, menjuluki Singa bagi Hukum dan Singa bagi para raja. Padahal Singa tidak ada di Tapanuli, yang ada hanyalah Harimau. Kalau dilihat dari makna simbolis alkitab, hanya Suku Yehuda yang dijuluki Singa Yehudah.

Seperti apa yang kemudian dijelaskan Marnangkok, Pemimpin Parmalim, " Untuk apa pengakuan dari setiap bangsa jika Tuhan sendiri tidak mengakui perbuatan kita di dunia ini?" Nampaknya, perjuangan Ugamo Parmalim sudah berujung pada kepasrahan. Dalam kepasrahan ini tentu saja masih ada harapan. Tapi, harapan itu bukanlah berasal dari dunia, melainkan dari Oppu Mula Jadi Nabolon. Dalam harapan itu, ada pula ketaatan untuk selalu mempertahankan hidup suci. Selanjutnya ia mengucapkan kalimat dalam bahasa Batak, "Berilah kepada kami penghiburan yang menangis ini, bawalah kami dari kegelapan dunia ini dan berilah kejernihan dalam pikiran kami."  Mereka yakin Debata hanya akan memberkati orang yang menangis. Nah, dalam kepasrahan yang berpengharapan inilah mereka hidup. Dalam keterasingan itu juga mereka menyerahkan hidupnya pada "kemaliman" (kesucian). "Parmalim adalah mereka yang menangis dan meratap," katanya. Dalam ritual Ugamo Parmalim sendiri, terdapat beberapa aturan dan larangan. Selain mengikuti 5 butir Patik ni Ugamo Malim (5 Titah Ugamo Malim), juga terdapat berbagai kewajiban lainnya seperti Marari Sabtu atau ibadah rutin yang diadakan setiap Sabtu. Dalam menjelang hari Sabtu, pengikut Parmalim dilarang bekerja atau melakukan kegiatan apapun. Atau melakukan ucapan syukur dilakukan umat Parmalim setiap hari Sabtu.

Marnakkok Naipospos, pemimpin Parmalim mengatakan: "Samisara itu hari ketujuh bagi orang Batak. Diidentikkan dengan hari Sabtu, supaya berlaku untuk selamanya.

Karena kalau kita bertahan pada kalender Batak, yang muda ini bisa bingung. Makanya kakek kita menentukan samisara ini hari Sabtu." Kewajiban lain di antaranya adalah Martutu Aek, yakni pemandian bayi yang diadakan sebulan setelah kelahiran, Pasahat Tondi yaitu ritual sebulan setelah kematian, Pardebataan, Mangan na Paet dan Pangkaroan Hatutubu ni Tuhan.

Ada pun larangan yang hingga kini masih tetap dipertahankan di antaranya adalah larangan untuk memakan daging babi dan darah hewan seperti yang lazim bagi umat Kristen. Memakan daging babi atau darah dianggap tidak malim (suci) di hadapan Debata. Padahal dalam ajaran

Parmalim sendiri dikatakan, jika ingin menghaturkan pujian kepada Debata, manusia terlebih dahulu harus suci. Ketika menghaturkan pelean (persembahan) kesucian juga dituntut agar Debata dan manusia dapat bersatu. Selanjutnya, Raja Sisingamangaraja memiliki keturunan hingga 12 keturunan. Itu pun secara roh.

Inilah yang kemudian menjadi acuan pada acara atau ritual-ritual besar Ugamo Parmalim yang diadakan rutin setiap Sabtu dan setiap tahunnya. Ritual-ritual besar Parmalim itu seperti Parningotan Hatutubu ni Tuhan (Sipaha Sada) dan Pameleon Bolon (Sipaha Lima), yang diadakan pertama pada bulan Maret dan yang kedua bulan Juli. Yang kedua diadakan secara besar-besaran pada acara ini para Parmalim menyembelih kurban kerbau atau lembu. "Ini merupakan tanda syukur kami kepada Debata yang telah memberikan kehidupan," kata Marnangkok.

Catatan: Dalam Kitab Paramalim, yakni Tumbang Holing, terdapat kisah manusia pertama, Adam dan Hawa termasuk taman eden dimana hawa digoda si ular. Hal itu dalam istilah bahasa Batak Toba. Parmalim itu bisa jadi merupakan ajaran usianya sudah ribuan tahun, jauh sebelum Islam dan Kristen masuk dan mempengaruhi keyakinan etnis Batak. Demikian pula dengan simbol dan pakaian kebesaran kerajaan Batak Toba dan Parmalim, agama leluhur Bangso Batak Toba, cenderung mendekati simbol-simbol agama Samawi, misalnya, tongkat, pedang, sorban berwarna putih serta stempel kerajaan. Jika dihubungkan cerita tentang penemuan mummy Mesir yang dibalsem dengan rempah- rempah pengawet di antaranya kanfer (kapur barus) serta kisah tentang Raja (Nabi) Sulaiman/ Salomo membutuhkan rempah-rempah dari Ophir (Barus) di Tapanuli, diperkirakan jejak agama monotheisme Israel terserap dan kemudian mengakar dalam keyakinan Parmalim - Hamlimon - Ugamo Malim, agama Bangso Batak Toba.

Bahkan, Istilah Anak Ni Raja, dalam bahasa BATAK, yang berarti Anak Raja mengacu kepada Si Raja Batak sebagai keturunanRaja Shalomo (Yang terkenal Kebijaksanannya atau Berhikmat), anak dari Raja Israel yang terkenal, Raja Daud (Terkenal Kepahlawanannya dan Ketakwaannya).

Saya cukupkan saja dulu hingga disitu, karena terlalu letih untuk membeberkan semua, termasuk indikasi-indikasi lemah yang banyak jumlahnya. Jika data yang diatas itu saja dibawa kepada ahli statistik, yang tentu akan mempertimbangkan semua aspek-aspek lain yang terkait kedalamnya, simililaritasnya dengan tradisi bangsa Israel kuno dengan bukti autentik tertulis dalam Alkitab, informasi sejarah sekuler, tradisi Semitik yang ada hingga sekarang, serta kesamaan tradisi itu pada suku Batak setelah kurun waktu kurang lebih 3000 tahun, angka perbandingan untuk mengatakan bahwa suku Batak Toba bukan keturunan Israel mungkin 1 : 1,000,000 bahkan bisa jadi lebih.

Tulisan ini tidak bermaksud menampilkan superioritas ras, suku atau bangsa atau budaya tertentu. Jika tulisan ini menimbulkan kesan seolah-olah menonjolkan superioritas suatu budaya tertentu, hal itu semata-mata terjadi karena topik yang berfokus pada peran suatu etnis atau Bangso Batak Toba. Keberadaan unsur asing dalam kebudayaan suatu bangsa adalah sebuah kewajaran. Penyerapan unsur asing ke dalam suatu budaya lokal tidak berarti menunjukkan inferioritas kebudayaan yang menyerapnya.

Sejarah justru mencatat, kebesaran suatu kebudayaan berkorelasi positif dengan banyaknya unsur asing yang diserap dan dikembangkan oleh komunitas budaya bersangkutan. Sejarah juga mencatat interaksi suatu komunitas budaya dengan komunitas budaya lain, berjalan timbal balik, tidak pernah searah saja. Tulisan ini mestilah dipahami sebagai upaya menampilkan kemungkinan terjadinya pertukaran nilai budaya dalam rentang waktu beberapa abad antara Timur dengan Barat. Pada jaman Raja-raja Israel dan Yehudah, telah dilakukan kontak dengan Barus, Tapanuli dengan Israel, Mesir, Persia, Cina, India, Arab, Yunani dan Pakistan yang terjadi satu milenium sebelumnya, hubungan dagang tersebut sudah berlangsung beberapa abad sebelum masehi).

Sumber: http://rykers.blogspot.com/2009/06/bangso-batak-toba-keturunan-israel-yang.html

Share/Save/Bookmark
Dibaca :26389 kali  

Komentar-Komentar  

Quote
 
0
Does your blog have a contact page? I'm having a tough time locating it but, I'd
like to send you an email. I've got some ideas for
your blog you might be interested in hearing. Either way,
great site and I look forward to seeing it develop over time.


Also visit my blog http://fblikes-markt.de/
Quote
 
0
Pembahasan yang cukup menarik dengan pemaparan yang mengagumkan.... tapi saya tidak sependapat.... karena bani israel dikenal sangat teliti dalam hal penulisan tentang silsilah2nya... sementara bangsa/suku batak tidak demikian.... banyak link yang terputus dalam silsilah marga2 batak.... ini yang pertama, yang kedua suku batak salah satu dari sedikit suku yang memiliki aksara, tapi suku batak bisa dikatakan tidak memiliki catatan2 sejarah yang tertulis. dan yang ke-3, umumnya dimana ada bani israel disitu bisa dipastikan berdiri sinagoga, sedangka di tanah batak belum pernah saya denan ada sinagoga.
jadi menurut saya batak bukanlah salah satu bani israel, tapi memiliki kebudayaan yang mirip dengan mereka..
Quote
 
0
Pembahasan yang cukup menarik dengan pemaparan yang mengagumkan.... tapi saya tidak sependapat.... karena bani israel dikenal sangat teliti dalam hal penulisan tentang silsilah2nya... sementara bangsa/suku batak tidak demikian.... banyak link yang terputus dalam silsilah marga2 batak.... ini yang pertama, yang kedua suku batak salah satu dari sedikit suku yang memiliki aksara, tapi suku batak bisa dikatakan tidak memiliki catatan2 sejarah yang tertulis. dan yang ke-3, umumnya dimana ada bani israel disitu bisa dipastikan berdiri sinagoga, sedangka di tanah batak belum pernah saya denan ada sinagoga.
jadi menurut saya batak bukanlah salah satu bani israel, tapi memiliki kebudayaan yang mirip dengan mereka..
Quote
 
0
menurut saya ,ada baiknya lebih dalam lagi di telusuri untuk mencari kebenaranNya karena asal muasal orang batak mapultak,sianbu lu madabu sian langit artinya jatuh dari langit dan lahir dari bambu.Jadi teman-teman gak usah ribut.anggap saja sebuah misteri yang harus kita pecahkan.karena di dunia ini masih banyak misteri yang belum diketaui oleh manusia,melaink an di ketahui oleh ALLAH.Horas
Quote
 
0
Memang berkaitan juga bahwa Batak adalah salah satu keturunan Yahudi yang hilang. Jika terjadi kesamaan adat, berarti ada benang merahnya... Penulis, silahkan teruskan penelitiannya
Quote
 
-1
Bangsat.
Quote
 
0
13 setengah,nak..
Quote
 
+1
Alangkah bodohnya org2 yang berkoment disini yang mengatakan Bani Israel mengambil garis keturunan dari ibunya, jelas-jelas dari bapaknya, Contoh, Abraham-Isak-Ya kub(12 Anaknya = 1. Ruben, 2. Simeon, 3. Lewi 4. Yehuda 4. Isakhar, 6. Zebulon 7. Benyamin 8. Dan 9. Naftali, 10. Gad 11. Asyer 12. Yusuf) tidak pernah dikatakan anak pada bangsa israel dikatakan penerus keturunan perempuan, karena anak perempuan yakub ada 1 org yakni namanya Diana, makanya Diana tidak mendapat berkat dari Bapaknya YAKUB, karena Diana bukanlah penerus keturunanan Bapaknya Yakub... Jelaslah kesamaan BATAK dengan BANI ISRAEL , karena anak laki-laki yang penerus keturunan....
Quote
 
-1
Barang siapa yang mengasihi Israil maka diberkatilah dia. dan barang siapa yang mengutuk israel maka terkutuklah dia. indonesia sebagian besar warga indonesia nampaknya benci dengan Israel.. maka wajar selalu datang bencana.
saya mengasihi Israel...

kamu bagaimana??? :D
Quote
 
+1
jadi saya juga punya kajian kesana, bahwa bangsa batak lebih mirip kepada arah keturunan Israel.. lanjutkan saja tulisannya lae.. semua disini yang komentarnya gak nyambung saya jamin bukan Batak dan Kristen.. bisalah.. sirik tanda tak mampu.. lagian bisa saja israel sedikit menunda menerima batak sebagai salah satu suku yg hilang karena "ZIONISME" nya paham kembalinya ke 12 suku israel yg merupakan tanda dari berakhirnya dunia. mengapa tidak, masih beberapa yang hilang trus tanah untuk tempat mereka sudah di sediakan. sempat lagi semua sudah kembali maka peranglah sudah demi mendapatkan tanah. semua daerah di sekitar israel bakalan di ambil hehehehe..dari semua suku di indonesia hanya suku batak yang bergelar BANGSO/BANGSA. jadi kumpulin saja trus datanya biar semakin cepat semakin baik.. sudah bosan saya tinggal di negara yg pernuh dengan kemunafikan ini.. bagi yang sirik maaf yah.. klo km gak suka gak usah di komentlah.. :P
Quote
 
0
Saya ingin bertanya kepada anda, soal fakta dan logika.
1. Manakah yg lebih tua, Bangsa Mogul/Mongol ataukah Bani Israel/Yahudi?
2. Benarkah Bangso Batak 'the lost generation' Yahudi?
Sementara garis keturunan Batak dari ayah sementara Yahudi dari
Ibu?
3. Taukah anda yg peristiwa Menara Babel?
Benarkah mereka-mereka yg terpecah-belah pada masa itu adalah 12 suku bangsa Israel?
Quote
 
+1
saya sangat menghargai tulisan dan penelitian saudara..menuru t saya tidak ada larangan untuk seseorang mencari tau asal usulnya...tulis an anda tidk ada bermaksud ke agama atau membeda bedakan ras..saya suka...hnya mungkin saja data yg didapat lebih mendekati kepada agama sastra dn tradisi juga seni...tp sya stuju bro...krn dijaman dahulu tidk ada teknologi...sud ah pasti untuk mengulas kembali sejarah lampau kebnyakan kita akan mendapati bukti bukti peninggalan kuno seperti kitab seni baik tulisan tulisan kuno maupun gambar..bhasa dan tradisi...refre nsi anda menurut sya bagus..anda mengutib dr buku buku sejarah dn kitab..bukan itu saja data juga anda ambil secara primer juga meneliti tradisi dan seni.....saya mendoakan semoga penelitian anda semakin mendekat dengan hipotesa yg anda buat dn mendapatkan bukti yg komplit atas silsilah batak...sya menunggu hasil kelanjutan dr penelitian anda...assalamm u'alaikum...
Quote
 
+1
Quoting naomi:
Bagus blognya,kan nngak masalah ada orang yang meneliti sejarah masa lalu.Thank buat penulis,saya percaya penulis bukan untuk ras atau merasa lebih unggul tapi semata mata mengungkap sejarah.

saya sangat menghargai tulisan dan penelitian saudara..menuru t saya tidak ada larangan untuk seseorang mencari tau asal usulnya...tulis an anda tidk ada bermaksud ke agama atau membeda bedakan ras..saya suka...hnya mungkin saja data yg didapat lebih mendekati kepada agama sastra dn tradisi juga seni...tp sya stuju bro...krn dijaman dahulu tidk ada teknologi...sud ah pasti untuk mengulas kembali sejarah lampau kebnyakan kita akan mendapati bukti bukti peninggalan kuno seperti kitab seni baik tulisan tulisan kuno maupun gambar..bhasa dan tradisi...refre nsi anda menurut sya bagus..anda mengutib dr buku buku sejarah dn kitab..bukan itu saja data juga anda ambil secara primer juga meneliti tradisi dan seni.....saya mendoakan semoga penelitian anda semakin mendekat dengan hipotesa yg anda buat dn mendapatkan bukti yg komplit atas silsilah batak...sya menunggu hasil kelanjutan dr penelitian anda...assalamm u'alaikum...
Quote
 
0
Naung rintik do hamu???ingot hamu miting,...
Quote
 
0
Naung rintik do hamu???
Quote
 
0
gan share sumber donk
Quote
 
0
gan share sumber donk.
Quote
 
-1
asal ngomong lue. anda perlu banyak belajar lagi tentang sejarah, bahasa dan adat istiadat aja berbeda . jangan jadi provokator donk pemecah belah massa.
Quote
 
-1
Sepertinya yang nulis bukan orang batak
Quote
 
-1
Banyak hal yg perlu dikritik dari blog ini. Saya lebih yakin bhw nenek moyang orang Batak berasal dari Yunnan, Cina Selatan, yg bermigrasi antara tahun 1500 - 500 SM (gelombang Proto Melayu). Banyak kesamaan ciri fisik, maupun unsur2 kebudayaan antara Batak dgn suku2 yg bermukim di Yunnan spt Miao, Hmong, Karen (perbatasan Myanmar). Asal-usul nama Batak itu jg masih kabur. Istilah Batak tdk pernah ditemui 300 th yl. Tulisan mengarah kepada Batak pertama kali muncul pd thn 1540 oleh Tome Pires (yg menyebut istilah Bataca). Batas2 etnografinya jg tdk jelas. Jika anda mengatakan bhw Batak adalah keturunan Si Raja Batak (yg dlm perhitungan silsilah baru muncul sekitar thn 1200 M), mengapa anda mengatakan bhw Batak sudah ada pd thn 600-an di Barus? Ini janggal sekali.Saya lebih mempercayai alam kepercayaan Batak lebih dipengaruhi oleh unsur animisme dan Hindu dgn konsep 3 alam fisik (bangunan rumah), metafisik (ketuhanan)dan sosial (dalihan na tolu).Bukan dipengaruhi atau sama dgn org Yahudi. Saya tdk menemukan referensi apapun yg menyatakan bhw mangongkal holi adalah tradisi Batak. 100 th yl tradisi tsb tdk ada. Justru kebiasaan ini muncul setelah Kristen masuk ke Tanah Batak. Org Bataklah yg mencari pembenaran meniru2 tradisi Yahudi untuk menguburkan kembali tulang-belulang . Ini bentuk kesombongan yg akibat dorongan 3 H (hamoraon-hagab eon-hasangapon) yg lazim dialami masyarakat yg berada dlm peralihan masyarakat perbudakan menuju feodal. Tujuannya tdk lain untuk mengagung-agung kan leluhur marga sbg marga yg berhasil meraih prestise secara material dan sosial. Kemenyan bukan hanya dipergunakan org Yahudi dan Batak. Kemenyan dipergunakan oleh banyak suku, agama, bangsa yg ada didunia ini. Asalnya hanya ada di tanah Batak, Vietnam, sebagian wilayah Sichuan dan Yunnan. Tp org Batak cenderung mengklaim bhw kemenyan hny dihasilkan dari Tanah Batak. Parmalim itu sendiri bukanlah agama asli Batak.Parmalim itu diajarkan oleh Somalaing Pardede mulai thn 1891, yg men-sinkretiska n sebagian ajaran animisme-hindui sme Batak dgn Islam dan sebagian unsur Katolik yg diajarkan oleh Elio Modigliani. Istliah "raja" yg dimiliki Sisingamangaraj a itu terlalu dibesar-besarka n, bukan dlm artian raja sebagai penguasa dlm tatanan masyarakat feodal.Nias bukan bagian dari suku Batak sebagaimana yg anda tulis diatas.
Quote
 
0
harusnya liat juga dunk peta sumatera jaman salomo...emang udah ada pulau sumatera jaman salomo ???...struktur bumi kuno dengan bumi sekarang kan beda...
Quote
 
-1
Terlepas benar atau tidak mari kita berpegang pada keyakinan masing masing atas dasar iman kita.di indonesia sendiri kebebasan beragama masih nol besar.hanya omong kosong.jadi mari kita dewasa dan jangan berlaku SARA.saya orang batak asli HORAS tu sude.
Quote
 
-1
Intinya Kalau Sampai Israel Mengakui Bangso Batak itu adalah Bangsa yang Hilang, Mungkin Itu lah Tanda-tanda dari akhir zaman.....

Syaloom.....
Tuhan Yesus Memberkati..... ..
Quote
 
-2
Mau keturunan bani israel ke apa ke yang utama adalah kita masih keturunan dari adam ( maunusia yang pertama di ciptakan di muka bumi ini ) so kita semua saudara...?

yang perlu kita igatkan bahwa pada dasarnya sifat manusia : merasa paling benar...
dan 1 hal lagi...
kepala semua sama hitam..tapi isinya beraneka ragam...
Quote
 
-1
kita suku Batak(Kristiani ) kalau belum diakui suku Israel yang hilang, Israel Rohani saja lah ... untuk menjadi berkat bagi bangsa lain. Amin.
Quote
 
0
Benar2 Kacau kalau Ngaku Orang Israel, bisa dibayangkan berapa ribu bahkan ratus ribu orang jadi tukang copet di jerusalem sana
bendingan ngaku orang Arab ajalah, sebab kalau musim Haji bisa panen di mekkah,janganka n Gembok, Rencong kiri,kana, dompet hilang
kimbenya copet nich :D
Quote
 
+1
kalau tradisi menikah sesama sepupu bukan hanya di batak..
di minangkabau juga ada pernikahan seperi di batak yaitu pulang ka Bako... menikahi anak mamak/tulang
Quote
 
+3
Bagus blognya,kan nngak masalah ada orang yang meneliti sejarah masa lalu.Thank buat penulis,saya percaya penulis bukan untuk ras atau merasa lebih unggul tapi semata mata mengungkap sejarah.
Quote
 
0
Sebenarnya, tidak ada rasa bangganya menjadi org Israel. tetapi banggalah menjadi Hamba Allah yang beriman dan bertakwa, sebab orang israel yang beriman kpd Allah (muslim) itu lebih patut dibanggakan daripada israel yg Kafir. Toh, bisa jadi semua kita, org Indonesia keturunan Nabi Ibrahim (as). bisa jadi keturunan anak2nya Ismail dan Ishak.. yang pasti, Allah tidak meletakkan kejayaan dalam keturunan, harta, dan tahta, TETAPI dalam Iman dan ketaatannya padaNya. Salaam...
Quote
 
+4
Rata-rata yang mengomentari postingan ini tidak membaca dulu secara: teliti, adil dan jujur. belum baca secara komplit yang timbul dalam pikiran masing-masing adalah "anti" sehingga memberi komentar yang kagak nyambung dan hanya terkesan mematikan, yang diuraikan diatas (perbandingan budaya Batak dengan Israel)adalah fakta 100% dan bila ternyata ada yang sama dengan suku lain itu urusan masing-masing yang pasti apa yang di uraikan diatas adalah tentang budaya batak adalah benar (terlepas mau sama atau tidak dengan israel).
Quote
 
-4
gimana ya, isi di blog ini kelihatanya sok di ilmiah-ilmiahin , di cerdas-cerdasin tapi intinya satu :maksa kesimpulan, kalaulah bener kenapa mempublikasinya harus di blog...? kagak ada tempat laen apa...? di universitas kek, balai kajian sejarah kek, atau apa kek....kagak mutu ah tulisanya...
Quote
 
-5
Ngaco ni tulisannya, maksain bgt. Klo emank batak toba turunan israel, buktikanlah dgn ingatan masa lalu. Coz salah satu ciri orang israel itu ingatan masa lalu bangsany yg kuat.
Quote
 
-4
blog ini isinya aneh-aneh, memang sih sekilas terlihat ilmiah,
tapi kalau bagi orang yang teliti, bisa sih membedakan mana yang memang hasil penelitian, dan mana yang hasil di cocok-cocokkan, kalau ini mah hasilnya di paksain cocok, padahal gak cocok, ada kesan memaksakan hasil akhir dan kesimpulan, dan anehnya penelitian ini kok ga pernah di bukukan secara legal, tapi malah justru muncul di blog,....aneg banget, dan gila aja sama orang yang pecaya sama blog ginian
Quote
 
-1
Kalau tradisi seperti itu juga kami d maluku sama...untuk kebenaran islam atau kristen...yang harus kita pahami...keturu nan yahudi yang ada d muka bumi sudah tersebar dalam berbagai adat istiadat...suku dan agama...jika kebenaran dalam alkitab akan d oenuhi maka semuanya akan kembali ke tanah perjanjian itu...baik islam maupun kristen...
Quote
 
-4
sebenarnya yg keturunan yahudi dari suku di indonesia itu adalah sunda, kenapa? SUNDA = SUlaimaN DAud = SOLOMON DAVID tapi bukan berarti solo keturunan yahudi, bisa dibuktikan kok!!! sunda dikenal dgn keseniannya terutama musik, seperti halnya raja david yg begitu mencintai seni musik serta mempunyai suara yg sangat merdu, adalah buktinya. percaya tdk percaya, lebih baik jgn percaya
Quote
 
0
Sebenarnya Asal manusia itu berasal dari dari satu yaitu dari Allah yahuweh Pencipta Alam Semesta dan kehidupan di bumi ini, yaitu dari keturunan adam dan hawa! Dan Setelah itu manusia jatuh dalam dosa ( pelanggaran Titah Allah , Tuhan semesta Alam, dan seterusnya manusia berkembang biak dan sesuai dengan firman Allah manusia harus menguasai Bumi, dan sampailah kepada Ompung kita di tanah Sumatera ( tapanuli) dan membawa Hukum dan Pustaka untuk tetap dipelihara keturunannya, saya setuju bahwa bangsa Batak mirip dengan kebudayaan Bangsa Israel dan bisa saja hal ini kita orang batak adalah keturan dari bangsa Israel yang Hilang diserakkan Allah pada waktu itu ketanah Tapanuli, misalnya tulisan Batak adalh tulisan sansekerta (huruf Paku) sama dengan di Waktu nabi Musa Menerima 2 Loh Batu berisi Perintah Allah Yang Agung untuk Panduan Hukum dan adat manusia hidup dibumi ini di Gunung Sinai Yang Kudus! dan agak lari sedikit dari cerita diatas bahwa seorang nabiPemimpin Spritual harus dikhususkan seperti Parmalim ( harus suci dari yang haram) karena melalui (media) dialah atau perantara manusia dengan Tuhan Ingat Bahwa Allah Yang Maha itu Maha Kudus dan suci dan aku cerita ini bahwa diatas semua itu diperlukan Iman Seperti kristus bersabda: Imanmulah yang MenyelamatkanmU ! Omong -omong ini pengamalan dalam mimpi, jadi suatu malam pernah saya berdoa Kepada Yahweh melalui Kristus Yesus menjelang mau tidur malam, dan dalam tidur malam itu saya bermimpi: Saya berjalan Lurus dan ada Seseorang menghalangi jalanku dan saya berkata mengapa anda menghalangi jalan saya? siapakah anda rupa berani menghalangiku? jawabnya: SayaLah Muhammad! oh Ya Anda Rupanya Muhammad! Jadi Saya perhatikan Beliau dari Ujung Kaki Sampai Ujung Kepala, dana beliau Pakaian Serba Putih dengan Sorban Dikepa dan berjanggut! Dan Beliau bertanya kemanakah Tujuanmu Nak? Aku menjawab Aku ingin Menjumpai Yesus Kristus! Lalu Jawabnya disana.... Sambil menunjukkan Menuju kelangit Sorga dan dengan secepat kilat rohku sampai keatas menjumpai kristus, dan saya menyatakan kesesakanku dan kelemahanku dan Yesus kristus Bersabda: " Dalam Kelemahanlah maka Kuasaku Kuat , Hiduplah dalam Kasihku"! setelah itu aku terbangun dengan keringat basah bercucuran seluruh badanku! jadi aku sharing aja apakah arti semua ini, terimakasih Bayak Syaloom! Horas!
Quote
 
+4
Terima kasih dengan tulisan ini, walaupun masih perlu penelitian, tapi jangan di stop analisis dan penelitian ini, biarkan kebebasan untuk kebenaran.

Ada beberapa yang mirip ajaran Musa dalam ibadah Parmalim, meghormati Sabat dan tidak makan daging babi, dll.
Dan juga peringatan untuk orang-orang Kristen, ingat bahwa Tuhan Yesus pernah berkata bahwa dia di utus untuk mencari domba-domba Israel yang hilang !!!
Kalau ada orang kristen menekan dan memperlakukan tidak adil terhadap parmalim apalagi atas nama Kristen, itu keterlaluan !! dan lupa "AKAR"nya, lupa kacang akan kulitnya, karena Injil sampai ke tanah Batak, bisa jadi karena ada domba Israel yang hilang disini, karena tidak semua orang Kristen selamat, Yesus berkata "tidak semua orang yang menyebut aku Tuhan, Tuhan akan masuk ke dalam kerajaan Sorga"...

Tuhannya Abraham, Ishak dan Yakub itu memang sedang murka kepada anak kesayangannya, tetapi setelah penghukuman akan ada belas kasihan Bapa dan pemulihan !!!

Parmalim menghormati Sabat dan tidak makan daging babi, walaupun hal ini tidak wajib lagi bagi bangsa-bangsa non-Israel yang percaya, karena kasih karunia, tetapi bagi keturunan Israel, termasuk yang hilang, hal itu adalah wajib, HORMATILAH HAI UMAT KRISTEN, orang Kristen berutang budi kepada Israel, tak layakkah seorang Kristen melayani umat Israel, terutama yang hilang itu?? Ingat perumpamaan Yesus tentang anak yang hilang.

Shalom dan HOras
Quote
 
+1
Yg pasti sy bangga menjadi org Batak yg menjunjung tinggi adat & budaya persaudaraan,yg bersikap lugas & terbuka. Tp yg paling penting apapun suku dan budaya kita, hendaknya kita jadikan sbg khasanah kebudayaan bangsa yg dpt mempersatukan. Mari jadikan pluralisme sbg pemersatu bangsa bkn pemecah bangsa sehingga kita dpt bekerjasama memajukan Republik kita tercinta Indonesia. Hidup Indonesia!!
Quote
 
-2
Yg pasti sy bangga sbg org Batak yg menjunjung tinggi adat n kebudayaan persaudaraan, bersikap lugas dan terbuka (ekstrovert). Dan yg paling penting apapun suku dan budaya kita hendaknya mari kita jadikan sbg khasanah kebudayaan bangsa Indonesia yg notabene merupakan bangsa yg plural sehingga ke-plural-an itu kita jadikan sbg kekuatan yg mempersatukan bangsa & negara kita.Sehingga bersama2 kita memajukan bangsa & Republik Indonesia yg kita cintai ini.
Quote
 
-5
Ini Kelakuan yahudi yang ingin cari simpati wkkkkkkkkkkk lol
Quote
 
+1
gue kagak kaget....gue dah tau 10 thn lbh soal byk suku yg ada di Indonesia termasuk keturunan bani israel.jawa,bat ak,melayu etc msh merupakan keturunan bani israel.menurut gue turunan bani israel / tdk,kagak mslh bt kita.yg benar kita bela,dan kita dukung penghapusan penjajahan diatas dunia,
Quote
 
-3
san geeeeeee cuk
Quote
 
-2
weeee telasooooo!!!!! !!!
Quote
 
-5
aneh, artikel ini
yang di bilang keturunan orang yahudi adalah dari garis ibu, jadi sangatlah berbeda, karena orang batak adalah dari keturunan ayah, coba dech ksmu baca lagi tentang keturunan yahudi
Quote
 
-6
Saya ingin bertanya kepada pemilik blog ini. Apakah anda seorang Kristen atau Islam?
Quote
 
0
Di Indonesia ada keturunan Bani Israel,,??@@@
Quote
 
-3
Pembicaraan mengenai keturunan atau bukan keturunan Israel saya harap diperjelas maksud dan tujuan pembicaraannya. Apakah hanya utk mempelajari sejarah, utk mempelajari anthropologi, atau utk mencari dasar yg memperkuat alasan kalo orang Batak (Toba dan lain2) punya derajat lebih tinggi dari suku lain, atau utk mencari dasar yg memperkuat alasan kalo orang Batak (Toba dll.) punya hak atas sesuatu yg mungkin tidak diungkapkan penulis?

Kalo saya, saya bangga sebagai orang Batak Toba atas budaya persaudaraan, karakternya yg terbuka dan tegas. Tapi saya lebih bangga lagi kalo kita orang Batak Toba bukan mencari dasar silsilah, tapi mencari dasar yang teguh dalam kasih, hikmat, kesetiaan, kejujuran di dalam Juruselamat yaitu Yesus Kristus, yg notabene dibenci oleh sebagian besar orang Yahudi/Israel.
Quote
 
+2
setuju,......:- )
Quote
 
0
Assalamu`salaik um. Kayaknya Bukan hanya Batak Toba yang kemungkinan besar keturunan Israil. Batak Angkola juga menganut seluruh yang dipaparkan penulis di atas. Sebagai tambahan Parmalim menurut saya adalah agama Samawai (Islam) yang diajarkan oleh Nabi Sulaiman AS. Dan pada akhirnya semua agama Samawi telah disempurnakan Allah dengan agama Islam yang diajarkan Nabi Muhammad SAW yang membawa ajaran Allah SWT. Wassalamu`alaik um. Horas
Quote
 
0
masa sih..,
Quote
 
-2
masa si jangan jadih orang israel jadi jadian nanti di tampeleng sama malaikat Tuhan yesus.pokokx setiap orang yang percaya kepada yesus adalah umat pilihan Allah yang tidak bukan umat Allah..
Quote
 
+2
bukan hanya suku Batak Toba yg mempunyai tradisi seperti Israel.
Ada satu suku di selatan Indonesia yaitu suku Rote, tradisinya juga tidak beda jauh dengan tradisi Israel.
Sebagai saran untuk Konspirasi coba telusuri asal suku ini. Terima kasih.
Quote
 
-7
Asal Loe-loe pade beneran keturunan bani israel jgn berprilaku spt Zionis Israel aja loe disini, ingat ini Indonesia (Republik, Bhineka Tunggal Ika) yang tidak punya hubungan diplomatik dengan israel!!!! tidak ada ras unggul atau aria... semua manusia dimata Tuhan sama, dan yang terpenting, daftar-daftar apaan ke pemerintah israel ? jika mau mengikuti jejak negro Ethiopia migrasi ke yerusalem, pergi aja kesana! Bebas saja ! tapi lepaskan dulu kewaerga negaraan Indonesianya !Cam 'kan Itu!!! Horas:sad:
Quote
 
-1
Hati ku sudah berkata demikian.. sesungguhnya kita smua ini Bani Israel.. dan tidak ada satupun diantara kita keturunan dri Nabi Muhammad S.A.W, yg ada hanya kturunan Fatimah R.A..
Quote
 
+4
Batak Toba adalah bani Israil asli (diaspora).
Beda jauh dengan Zionis-Vatican (Israil palsu).
Quote
 
-6
ya kalo kayak gini sih perlu ada pemikiran positif untuk bisa dipastika kebenarannya, btw setau gw sih katanya di TMII ada silsilahnya ya kenapa ga diajuin ke pemerintahan israel sana aja, biar bisa diusut so ga perlu susah hehehehehhe


Kode keamanan
Segarkan